
Green bean kopi, atau biji kopi mentah, adalah biji kopi yang telah melalui proses pengolahan dari buah kopi namun belum mengalami proses penyangraian. Biji ini masih berwarna hijau keabu-abuan dan memiliki karakteristik yang sangat berbeda dari biji kopi yang sudah disangrai. Green bean merupakan hasil dari serangkaian proses yang dimulai dari pemetikan buah kopi yang sudah matang, pengupasan kulit buah, fermentasi, pencucian, hingga pengeringan sampai mencapai kadar air ideal sekitar 11-12%.
Dalam industri kopi, green bean memegang peranan penting sebagai bahan baku utama yang menentukan kualitas akhir dari seduhan kopi. Kualitas green bean dapat dinilai dari berbagai aspek seperti ukuran biji, warna, aroma, dan ada tidaknya cacat biji. Biji kopi yang berkualitas baik umumnya memiliki ukuran yang seragam, warna hijau yang merata, tidak ada biji yang cacat atau rusak, serta bebas dari kontaminasi jamur dan serangga. Faktor-faktor ini sangat mempengaruhi potensi rasa dan aroma yang akan dihasilkan setelah proses penyangraian.
Green bean kopi juga memiliki nilai ekonomi yang signifikan dalam perdagangan internasional, karena sebagian besar perdagangan kopi dunia dilakukan dalam bentuk green bean. Penyimpanan green bean memerlukan kondisi khusus untuk mempertahankan kualitasnya, seperti suhu yang stabil antara 20-25 derajat Celsius dan kelembaban relatif sekitar 60%. Jika disimpan dengan benar, green bean dapat bertahan hingga 12 bulan atau lebih tanpa mengalami penurunan kualitas yang signifikan, meskipun secara umum disarankan untuk mengolahnya dalam waktu 6 bulan setelah panen untuk mendapatkan hasil terbaik.